Pemain sering menemukan berbagai benda yang terlihat bisa dihancurkan dalam game. Kotak kayu dapat pecah, kaca dapat retak, dan kendaraan bisa mengalami kerusakan. Namun, tembok, pintu, meja, atau benda tertentu terkadang tetap utuh meskipun pemain menyerangnya berkali-kali.
Kondisi tersebut bukan selalu sebuah kekurangan. Developer sering sengaja menentukan benda yang tidak bisa dihancurkan untuk menjaga aturan dunia permainan.
Jika semua objek dapat rusak, pemain mungkin membuka jalan yang seharusnya tertutup, merusak lokasi penting, atau membuat permainan tidak berjalan sesuai rencana.
Tidak Semua Objek Memiliki Sistem Kerusakan
Setiap benda dalam game memiliki fungsi yang berbeda. rajazeus
Beberapa objek hanya berfungsi sebagai dekorasi. Developer tidak memberikan nilai ketahanan atau sistem kerusakan pada objek tersebut.
Ketika pemain menyerangnya, game mungkin hanya menampilkan suara atau efek benturan.
Objek tetap berada pada posisi awal karena sistem tidak memiliki perintah untuk menghancurkannya.
Developer Perlu Menjaga Jalur Permainan
Desain level menjadi salah satu alasan penting.
Bayangkan sebuah game meminta pemain mencari kunci untuk membuka pintu. Jika pemain dapat menghancurkan dinding di sebelah pintu, proses mencari kunci menjadi tidak berguna.
Karena itu, developer membuat beberapa bagian lingkungan tetap kuat.
Cara tersebut menjaga pemain mengikuti jalur permainan yang sudah dirancang tanpa harus menggunakan terlalu banyak batas yang terlihat tidak alami.
Struktur Penting Harus Tetap Berdiri
Beberapa benda menjadi bagian utama dari map.
Jembatan, lantai, tangga, tembok utama, dan bangunan tertentu mungkin dibutuhkan agar pemain dapat menyelesaikan perjalanan.
Jika pemain bebas menghancurkannya, jalur menuju area berikutnya dapat hilang.
Developer kemudian harus menghadapi banyak kemungkinan tambahan.
Karena itu, membuat objek permanen dalam game sering menjadi pilihan yang lebih sederhana dan aman.
Benda Tidak Bisa Dihancurkan Dapat Menjadi Batas Map
Developer juga menggunakan objek untuk membatasi area yang dapat dijelajahi.
Gunung, tembok besar, pagar, atau bangunan dapat berfungsi sebagai batas alami.
Jika pemain dapat menghancurkan semuanya, mereka mungkin keluar dari area permainan dan menemukan bagian dunia yang belum dibuat secara lengkap.
Objek yang kuat membantu menjaga pemain tetap berada di wilayah yang memang dirancang untuk dijelajahi.
Performa Game Menjadi Pertimbangan
Sistem kehancuran membutuhkan sumber daya perangkat.
Game perlu menghitung benturan, pecahan, perubahan bentuk, suara, efek debu, dan berbagai reaksi lainnya.
Jika ribuan benda dalam sebuah kota dapat dihancurkan, perangkat harus menangani lebih banyak proses.
Developer kemudian memilih objek tertentu yang benar-benar membutuhkan sistem kerusakan.
Benda lainnya tetap statis untuk membantu menjaga performa.
Kehancuran Membutuhkan Model Tambahan
Membuat objek yang dapat rusak juga membutuhkan pekerjaan tambahan.
Developer mungkin perlu membuat beberapa bentuk benda, seperti kondisi normal, rusak ringan, rusak berat, dan hancur.
Tim juga perlu menyiapkan tekstur, animasi, suara, serta efek pecahan.
Semakin banyak benda yang dapat dihancurkan, semakin banyak aset yang perlu dibuat dan diuji.
Karena itu, developer biasanya memilih objek yang paling penting bagi gameplay.
Cerita Bisa Membutuhkan Sebuah Benda Tetap Utuh
Objek tertentu memiliki fungsi dalam cerita.
Misalnya, sebuah bangunan akan digunakan dalam adegan penting pada bagian berikutnya. Developer tentu perlu memastikan bangunan tersebut masih tersedia ketika pemain mencapai bagian cerita itu.
Jika pemain dapat menghancurkannya lebih awal, adegan berikutnya bisa kehilangan lokasi yang dibutuhkan.
Karena itu, kebutuhan cerita juga dapat menentukan apakah suatu benda boleh mengalami kerusakan.
Multiplayer Membutuhkan Kondisi Map yang Jelas
Dalam game multiplayer, perubahan lingkungan dapat memengaruhi keseimbangan pertandingan.
Jika satu pemain menghancurkan terlalu banyak perlindungan, kondisi map dapat berubah secara besar.
Perubahan tersebut belum tentu sesuai dengan desain permainan.
Developer dapat menentukan bahwa beberapa tembok bisa dihancurkan, sementara struktur lainnya tetap permanen.
Batas ini memberikan kebebasan kepada pemain tanpa membuat map kehilangan bentuk utamanya.
Objek Permanen Membantu Pemain Mengenali Lokasi
Benda yang tidak berubah juga dapat berfungsi sebagai landmark.
Menara, bangunan besar, patung, atau struktur tertentu membantu pemain memahami posisi mereka.
Jika semua landmark dapat dihancurkan, navigasi menjadi lebih sulit.
Karena itu, developer dapat menjaga objek penting tetap utuh agar pemain selalu memiliki titik referensi ketika menjelajah.
Tidak Bisa Dihancurkan Bukan Berarti Tidak Bereaksi
Sebuah benda dapat tetap memberikan respons meskipun tidak bisa hancur.
Ketika pemain menembak tembok, game dapat menampilkan bekas peluru, percikan, debu, atau suara benturan.
Respons tersebut memberikan kesan bahwa serangan mengenai permukaan.
Developer akhirnya dapat membuat lingkungan terasa responsif tanpa harus menghancurkan objek sepenuhnya.
Developer Perlu Membuat Aturan yang Mudah Dipahami
Masalah muncul ketika dua benda terlihat sama tetapi memiliki aturan berbeda.
Misalnya, pemain dapat menghancurkan satu pintu kayu tetapi tidak dapat menghancurkan pintu kayu lain yang memiliki tampilan hampir sama.
Situasi tersebut dapat membingungkan.
Karena itu, desain yang baik biasanya memberikan petunjuk visual. Pintu yang dapat dihancurkan mungkin memiliki retakan, bahan lebih tipis, warna berbeda, atau tanda kerusakan.
Pemain kemudian dapat mempelajari aturan lingkungan melalui pengamatan.
Beberapa Benda Baru Bisa Hancur pada Kondisi Tertentu
Objek yang awalnya tidak bisa dihancurkan belum tentu selalu permanen.
Game dapat menunggu kondisi tertentu.
Misalnya, pemain harus mendapatkan senjata yang lebih kuat sebelum dapat menghancurkan batu besar. Sebuah tembok juga mungkin hanya bisa rusak menggunakan bahan peledak.
Cara tersebut menjadikan kerusakan benda dalam game sebagai bagian dari perkembangan pemain.
Area yang sebelumnya tertutup akhirnya dapat dijelajahi setelah pemain mendapatkan kemampuan baru.
Penutup
Beberapa benda tidak bisa dihancurkan dalam game karena developer perlu menjaga desain level, alur cerita, performa, navigasi, dan keseimbangan permainan. Tidak semua objek membutuhkan sistem kerusakan yang lengkap.
Objek permanen juga dapat berfungsi sebagai batas map, landmark, atau bagian penting dari sebuah misi. Sementara itu, benda yang dapat dihancurkan biasanya dipilih karena memberikan pengaruh terhadap gameplay.
Dengan membagi lingkungan menjadi objek permanen dan objek yang dapat rusak, developer dapat memberikan kebebasan kepada pemain tanpa kehilangan kendali terhadap struktur dunia permainan.
Baca juga : Rahasia Komunitas Sehat dengan Sistem Report Efektif